Mengapa Falun Gong Dianiaya?
Falun Gong adalah latihan meditasi dan kesehatan yang sangat populer di Tiongkok. Namun, karena yang berlatih sangat banyak dan prinsip Sejati Baik Sabar yang dilatih berbeda dengan prinsip ateis Partai Komunis Tiongkok (PKT), latihan ini dirasa sebagai ancaman dan mulai dianiaya dengan kejam sejak tahun 1999.
Poin-Poin Utama:
-
Jumlah Pengikut yang Sangat Besar Hanya dalam 7 tahun, pengikut Falun Gong mencapai 70 hingga 100 juta orang. Angka ini jauh lebih besar daripada jumlah anggota Partai Komunis itu sendiri (yang saat itu sekitar 60 juta). Pemerintah merasa terancam karena ada kelompok masyarakat yang lebih besar dari organisasi mereka.
-
Tidak Mau Jadi Bagian dari Politik. Pemerintah PKT adalah rezim totaliter, artinya mereka ingin mengatur segala aspek kehidupan rakyatnya. Falun Gong menolak untuk jadi bagian dari politik dan ingin tetap gratis bagi masyarakat. Karena tidak bisa dikendalikan oleh partai, Falun Gong dianggap sebagai “musuh”.
-
Perbedaan Prinsip dan Keyakinan Partai Komunis memegang teguh paham ateisme (tidak percaya Tuhan) dan sering menggunakan kekerasan untuk berkuasa. Sebaliknya, Falun Gong mengajarkan nilai-nilai tradisional seperti Sejati, Baik, dan Sabar. PKT takut rakyat lebih memilih nilai-nilai moral ini daripada tunduk pada ideologi partai.
-
Rasa Iri dan Ambisi Politik Pemimpinnya Pemimpin Tiongkok saat itu, Jiang Zemin, merasa iri dengan popularitas Falun Gong. Ia menggunakan kampanye penindasan ini untuk menunjukkan kekuatannya dan memaksa semua pejabat serta rakyat agar setia hanya kepadanya, meskipun banyak pejabat tinggi lainnya sebenarnya tidak setuju dengan penindasan tersebut.
Apa yang Terjadi Sejak Juli 1999?
Hingga saat ini, pemerintah Tiongkok masih melakukan pengejaran terhadap praktisi Falun Gong. Hal ini meliputi:
-
Penangkapan massal dan kerja paksa.
-
Pembakaran buku-buku ajaran Falun Gong.
-
Penyiksaan fisik bagi mereka yang tidak mau melepaskan keyakinannya.